Tips dan Trik Memotret Keindahan Hujan
Musim hujan telah tiba, air menggenang di mana-mana. Hujan membuat tidak sedikit janji tidak dapat ditunaikan. Untuk yang suka memotret di luar ruang, hujan dapat jadi dalil membatalkan rencana berburu obyek cantik.
Tetapi, tahukah anda bahwa hujan malah obyek yang luar biasa. Jangan jadikan hujan sebagai penyebab tidak dapat menghasilkan foto-foto estetis dan dramatis. Asal tahu tips dan trik yang tidak rumit, hujan justru dapat dijadikan obyek potret yang beda daripada yang lain.
Proteksi tersebut penting
Tips kesatu guna memotret hujan ialah melindungi kamera sebab air adalahmusuh utama kamera, baik tersebut kamera analog ataupun kamera digital. Pelindung kamera tersebut ialah kantung plastik yang didesain eksklusif untuk mengayomi kamera dari cipratan air.
Salah satu kantung plastik pelindung kamera yang dapat digunakan ialah Dicapac WP-S3. Di laman Oktagon, pelindung kamera ini dipasarkan dengan harga Rp900.000. Selain dapat digunakan untuk mengayomi kamera dari cipratan air hujan, pelindung guna kamera mirrorless brand Sony, Canon, Fujifilm ini pun diandalkan guna pemotretan di permukaan air.
Pelindung yang lain ialah Manfrotto E-702 PL Elements. Pelindung ini dapat digunakan pada kamera yang memakai lensa panjang, 70-200 mm. Pelindung ini paling mudah dipakai dan cepat dipasangkan ke kamera saat cuaca tiba-tiba saja pulang menjadi mendung. Di laman Oktagon, pelindung jenis ini dipasarkan dengan harga Rp818.100.
Mengenal lebih jauh Boxfish 360, kamera bawah air ekuivalen mobil
Jika dua pelindung kamera tadi dirasakan terlalu mahal dan belum berniat melakukan pembelian pelindung kamera, kita dapat mengandalkan payung sebagai pelindung kamera atau berdiri di wilayah yang kering, contohnya di teras rumah.
Setelah mengayomi kamera, yang pun harus diacuhkan saat memotret hujan ialah melindungi tubuh dari cipratan air dan terpaan angin yang dingin. Untuk mengayomi tubuh dari hujan dan angin anda wajib memakai jas hujan. Jangan hingga karena hendak memotret hujan kita justeru harus ke dokter.
Hujan yang mengharukan dan penataan kecepatan/bukaan rana
Setelah masalah perlindungan telah dipenuhi, tips berikutnya ialah teknik memotret hujan. Arahkan lensa kamera ke obyek tertentu dan jadikan rintik hujan sebagai latar depan atau belakang. Teknik laksana ini akan menciptakan jatuhnya air dari langit tampak dramatis.
Setelah menemukan obyek yang pas, atur kecepatan buka tutup rana (shutter speed). Jika hendak mendapatkan potret butiran air hujan dengan detail, setel shutter speed ke angka 1/1000 detik atau lebih cepat lagi. Jika hendak menjadikan air hujan tampak blur guna mendapatkan efek dramatis, maka perlambat shutter speed, yakni sekitar 1/125 detik.
memotret hujan
Pengaturan shutter speed mesti dibuntuti dengan penataan bukaan lensa atau diafragma. Semakin tinggi kecepatan buka tutup rana, maka bukaan lensa mesti lebar supaya cukup tidak sedikit cahaya yang diciduk oleh sensor atau film di kamera analog.
Hal kebalikannya berlaku andai kita meminimalisir shutter speed. Tujuannya ialah agar tidak terlalu tidak sedikit cahaya yang masuk ke dalam sensor yang pada akhirnya bakal membuat potret menjadi overexposure.
Atur sensitivitas ISO
Setelah atur shutter speed dan bukaan lensa, lantas atur ISO atau tingkat sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi angka ISO maka semakin sensitif sensor kamera terhadap cahaya. Jika memotret hujan di ketika langit masih terang, kita dapat mengatur ISO ke angka 800. Jika langit telah gelap, anda harus mendongkrak angka ISO.
Mengenai kombinasi yang pas guna kecepatan buka tutup rana, bukaan lensa, dan ISO, tidak terdapat ukuran yang pasti sebab setiap situasi yang bertolak belakang di selama obyek memerlukan kombinasi yang berbeda. Untuk dapat mengetahui ukurannya, tidak ada teknik lain di samping sering-sering memotret.
Jadi, mumpung sedang hujan mengapa tidak mulai mengupayakan memotret hujan. Jangan tak sempat sebarkan hasil jepretannya melewati media sosial supaya mendapatkan masukan dan koreksi dari teman-teman.
Selamat mencoba.

0 Response to "Tips dan Trik Memotret Keindahan Hujan"
Post a Comment